Akhir Tragis Kisah Singkat Brescia di Serie A

Posted on

Akhir Tragis Kisah Singkat Brescia di Serie A – Awal musim 2019/2020, Brescia diprediksi akan menjadi kuda hitam di Serie A Italia. Penyebabnya, mantan klub Roberto Baggio itu baru saja promosi kembali ke Serie A setelah absen sejak 2011. Tak cuma itu, Brescia menyandang status sebagai juara Serie B musim lalu. Brescia bukan kampiun Serie B yang abal-abal. Mereka jadi kampiun Serie B berkat keunggulan 1 poin dari peringkat 2, Lecce.

Akhir Tragis Kisah Singkat Brescia di Serie A

Akhir Tragis Kisah Singkat Brescia di Serie A

Brescia mengoleksi 67 poin dari hasil 18 kemenangan dan 15 hasil imbang dari 36 pertandingan. Klub yang dimiliki mantan pemilik Leeds United, Massimo Cellino ini juga menjadi pengoleksi gol terbanyak dengan 69 gol. Striker utama mereka, Alfredo Donnarumma menjadi topskor Serie B dengan koleksi 25 gol. Sementara gelandang andalannya, Sandro Tonali dinobatkan sebagai pemain muda terbaik. Dengan fakta tersebut, maka wajar bila Brescia difavoritkan untuk setidaknya akan bertahan lama di Serie A.

Mereka tim juara, punya juru gedor ganas dan punya pemain muda dengan prospek sangat cerah di sepak bola Italia. Namun, pada kenyataannya, semua data dan fakta di masa lalu tidak bisa menjadi tolak ukur kesuksesan sebuah klub. Kompetisi Serie A musim ini belum usai, namun Brescia sudah harus menerima kenyataan pahit. Juara Serie B musim lalu itu secara resmi terdegradasi dari Serie A. Hanya semusim mampir, Brescia akan kembali berkompetisi di Serie B musim depan.

Semua prediksi dan harapan untuk melihat Brescia bertahan lama di Serie A sirna begitu saja

Ironisnya, Brescia dipastikan terdegradasi setelah kalah dari Lecce, runner-up Serie B musim lalu di giornata 35. Hingga pekan ke-35 itu, Brescia hanya mampu mengumpulkan 24 poin saja, hasil 6 kali menang dan 6 kali imbang. Tak peduli hasil di 3 laga tersisa, poin maksimal yang bisa dikumpulkan Brescia sudah tak mampu menyelamatkan mereka dari zona degradasi. Brescia terjerumus di peringkat 19 klasemen Serie A. Brescia secara matematis dan resmi sudah terdegradasi.

Ini merupakan ke-13 kalinya Brescia terdegradasi dari Serie A, terbanyak di antara klub-klub Italia lainnya. Lalu, mengapa tim promosi yang sebetulnya paling difavoritkan ini justru harus angkat koper dari Serie A terlebih dahulu. Ada 3 faktor yang membuat Brescia tak kuat berkompetisi di Serie A musim ini. Pertama, strategi transfer yang salah. Untuk bisa bersaing di liga teratas, setiap tim wajib mempersiapkan skuatnya dan transfer pemain adalah jalan pertamanya.

Sayangnya, pemain-pemain yang didatangkan Brescia bukan pemain “bintang”. Alih-alih bintang, sekadar pemain sarat pengalaman di kompetisi Serie A pun tidak didatangkan. Seusai terdegradasi, Cellino juga mengakui bahwa ia salah dalam bursa transfer kemarin. Saya melakukan kesalahan, saya mengambil bagian dari tanggung jawab, dan saya meremehkan risiko bahkan dari musim panas lalu. Itu adalah kegagalan pribadi saya.”, terang Cellino dikutip dari Football Italia. Faktor kedua setelah transfer gagal adalah faktor pelatih. Brescia 3 kali ganti pelatih musim ini dan bisa dibilang ketiganya gagal.

Ketiga pelatih yang ditunjuk sayangnya tak mampu meramu komposisi dan taktik yang pas untuk bertahan di Serie A

Euginio Corini yang membawa Brescia promosi dipertahankan, sayangnya ia hanya bertahan 11 pekan saja karena hanya mampu membawa Brescia menang dua kali, imbang sekali, dan sisanya kalah. Dibawah asuhan Corini, Brescia jatuh ke zona degradasi. Corini pun dipecat, dan setelahnya Brescia justru menunjuk pelatih yang tak punya track record bagus. Mantan pemain Juventus, Fabio Grosso ditunjuk sebagai allenatore baru, tapi ia hanya bertahan 3 pertandingan saja. Dibawah asuhan Grosso, Brescia kalah beruntun 3 kali tanpa mencetak gol dan kebobolan 10 gol.

Tak kapok, manajemen Brescia malah menunjuk kembali Corini di kursi kepelatihan di awal Desember. Hasilnya juga sama saja, bahkan Corini hanya bertahan 9 pekan, setelah itu dipecat kembali setelah hanya meraih 2 kemenangan dan 2 hasil imbang. 5 Februari 2020, Diego Lopez ditunjuk sebagai allenatore terbaru hingga sekarang. Sayangnya, tak ada perubahan signifikan. Poin yang dikumpulkan Brescia sudah terlalu sedikit dan akibat kalah 1-3 dari Lecce di giornata 35, Brescia secara matematis sudah pasti terdegradasi.

Lebih parahnya lagi, Brescia musim ini justru lebih mendapat sorotan akibat ulah pemainnya sendiri. Siapa lagi kalau bukan Mario Balotelli. Faktor ketiga, Brescia lebih sibuk mengurusi Balotelli. Sejatinya, Balotelli diharapkan mampu mengangkat prestasi Brescia dan menghindarkan Brescia dari degradasi. Apalagi, Balo dengan lapang dada menerima tawaran Brescia, klub asal Ia dan keluarganya tinggal.

Baggio, mantan peraih Ballon d’Or 1993 itu datang ke klub promosi Brescia pada 2001. Ya, Baggio didatangkan Brescia yang kala itu juga baru promosi ke Serie A mirip seperti kasus Balotelli musim ini. Status Baggio kala itu juga mirip dengan Balotelli saat ini. Baggio yang sudah berkepala 3 dan dianggap sudah “habis” didatangkan secara gratis dari Inter. Balotelli pun sama, ia adalah mantan peraih Golden Boy 2010 yang kariernya sudah dianggap habis dan didatangkan secara gratis pula oleh Brescia dari Marseille.

Hadirnya Balotelli juga diharapkan bakal jadi penerus Roberto Baggio di Brescia

Tugas Balotelli juga sama dengan Baggio. Sama-sama diberi mandat sebagai juru selamat Brescia agar tidak terdegradasi. Baggio berhasil melakukannya bahkan membawa Brescia finish peringkat 8 dan lolos ke final Intertoto Cup. Selain menyelamatkan Brescia dari degradasi, Baggio juga berhasil menemukan ketajamannya kembali. Kisah itulah yang sejatinya ingin diulang Cellino dengan mendatangkan Balotelli. Sayangnya, Balotelli bukan membantu Brescia, malahan ia banyak merepotkan klubnya. Perseteruan antara Brescia dan Balotelli terjadi sejak pandemi kemarin.

Ia mangkir dari latihan klub dengan alasan sakit. Brescia menganggap Balotelli hanya membuat alasan untuk tidak latihan. Puncaknya, Balotelli diusir dari tempat latihan Brescia pada 9 Juni lalu. nSejak saat itu, Balotelli tak pernah tampil untuk Brescia lagi. Malahan, ia sudah tidak masuk skuat Brescia di akhir musim ini. Terbaru, Brescia merilis informasi bahwa berat badan Balotelli sudah nyaris 100kg. Kabarnya, Cellino sudah berniat memutus kontrak mantan pemain Liverpool itu. Cellino bahkan juga menyalahkan Balotelli atas terdegradasinya Brescia musim ini.

Kini Balotelli dikabarkan sedang diminati Como, klub Serie C yang dimiliki Djarum Group. Di akhir kompetisi, terutama sejak jeda corona, fokus Brescia terpecah akibat ulah pemainnya sendiri. Kisah mereka di Serie A musim inipun malah ditutup dengan tragis. Terdegradasi dengan rekor buruk dan malah sibuk berseteru dengan Mario Balotelli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *