Arteta Si Kacang yang Tak Lupa dengan Kulitnya

Posted on

Arteta Si Kacang yang Tak Lupa dengan Kulitnya – Setelah laga pembuka. Premier League era new normal yang menyajikan pertemuan antara Manchester City vs Arsenal, tersiar kabar bahwa Mikel Arteta masih berkomunikasi dengan Pep Guardiola. Bahkan, si pelatih Arsenal itu dikabarkan masih meminta saran kepada Pep.

Arteta Si Kacang yang Tak Lupa dengan Kulitnya

Arteta Si Kacang yang Tak Lupa dengan Kulitnya

Awalnya, belum ada ketertarikan untuk memikirkan apa yang diperbincangkan antara keduanya. Namun, ketika Arsenal membuat penampilan yang berbeda di dua laga terakhir (vs Sheffield Utd. dan Norwich City). Mulai muncul pemikiran tentang apa ouput dari saran yang diberikan Pep kepada Arteta. Apakah formasi 3-4-3 adalah salah satu saran yang diberikan Pep kepada Arteta? Apakah ini yang akhirnya diformulasikan Arteta ketika berkomunikasi dengan Pep?

Sejak kekalahan beruntun saat restart Premier League 2019/20, Arsenal kemudian bangkit. Mereka mengalahkan Southampton (2-0), meyingkirkan Sheffield di Piala FA (2-1), menahan Norwich untuk tidak lepas dari degradasi (4-0), dan yang terbaru adalah kemenangan atas Wolverhampton (2-0). Hanya laga melawan Soton, Arsenal bermain tanpa formasi 3-4-3. Namun, permainan Arsenal sudah cukup berbeda. Mereka tidak takut untuk gagal mendominasi maupun tidak merangkai skema permainan yang bagus secara konstan.

Permainan Dani Ceballos dkk. justru fokus pada bagaimana untuk solid dalam bertahan. Mengisi ruang tengah dengan banyak pemain, dan melancarkan serangan dengan cepat nan efektif. Pemandangan ini juga terlihat saat Arsenal menghadapi Sheffield dan Norwich. Dua klub itu juga terkadang terlihat seperti dibiarkan oleh Arsenal untuk menguasai bola, lalu dengan itu Aubameyang dkk. membuat pressure tanpa bola.

Permainan Dani Ceballos dkk justru fokus pada pemain

Memang, seperti yang diakui oleh Arteta bahwa permainan itu bukan tanpa risiko. Tetapi jika melihat hasil akhirnya, terasa worth it. Hal ini kemudian dipertahankan ketika harus bertandang ke Mollineux Stadium, markas Wolves. Ini bisa dikatakan duel sesungguhnya untuk musim ini, karena secara klasemen sementara Wolves (6) sedang berada di atas Arsenal (7).

Artinya, untuk mampu mendekati posisi zona Eropa, Arsenal harus mengalahkan si tuan rumah. Bahkan syarat ini susah untuk ditawar. Karena laga ini adalah kesempatan yang akan sulit dicari gantinya, jika mengingat tinggal ada 5 laga sisa.

Arsenal kali ini harus memanfaatkan ketidakstabilan klub-klub di atasnya dengan hasil akhir yang bagus di setiap pertandingan. Fokusnya memang harus tentang kemenangan. Namun, how to play agar menghasilkan kemenangan terlihat sangat dipikirkan dengan cukup jeli oleh Arteta.
Jika dilihat dari logika hasil pertandingan pasca kekalahan dari Brighton, Arteta justru tidak segera melakukan perubahan pada skema permainan saat bertemu Soton. Baru momen Piala FA yang dijadikan titik balik untuk Arsenal agar dapat memainkan sepak bola dengan cara yang bisa saja tidak diduga lawan-lawannya.

Memang, ada sedikit skeptis untuk membayangkan Arsenal dapat lolos ke final Piala FA, karena lawannya di semifinal nanti adalah Manchester City (18/7). Namun, dengan parade kemenangan di 4 laga beruntun tersebut, Arsenal bisa membangun kepercayaan diri.

skeptis untuk membayangkan Arsenal dapat lolos ke final Piala FA

Bahkan, kalaupun The Gunners gagal melaju ke final, mereka tetap bisa melanjutkan upaya mendaki tangga klasemen agar lolos ke zona Eropa. Karena peluang mereka untuk memperbaiki posisi di klasemen liga lebih memungkinkan jika mengingat terjadi dinamika yang tinggi pada semua klub menjelang fase akhir kompetisi.

Namun, jika ini adalah pemikiran Gooners, maka masih ada harapan bahwa Arsenal dapat menyingkirkan Manchester City dan berupaya menjaga riwayat mereka sebagai pemilik gelar Piala FA terbanyak. Bisa saja pemikiran ini menjadi bagian dari rencana Arteta.

Arteta boleh menjadi si kacang yang tak lupa dengan kulitnya, namun dia juga harus menjadi pemenang dan juara di kemudian hari–bahkan dengan mengalahkan gurunya. Sebagai orang yang pasti pernah belajar dari orang lain, sangat wajar jika Arteta harus tetap menjaga komunikasi dengan Guardiola.

Tinggal, kita yang menunggu bagaimana rangkaian implementasi dari hasil komunikasi tersebut untuk masa depan Arsenal yang lebih baik bersama Arteta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *