Barcelona, Real Madrid, serta Skandal Transfer Kepala Babi

Posted on

Real Madrid serta Barcelona adalah dua club paling sukses di dunia sepak bola. Dua raksasa Spanyol ini tidak diketahui karena hanya catatan piala mereka, tetapi sebab riwayat serta beberapa pemain teratas yang sempat menguatkan mereka sepanjang tahun.

Tentang pemain, Real Madrid sempat mengagetkan dunia dengan project masif Los Galacticos. Waktu itu mereka datangkan beberapa nama paling baik seperti Zinedine Zidane, Ronaldo Nazario, David Beckham, serta termasuk juga Luis Figo.

Transfer Figo berikut yang sempat jadi pro-kontra besar.

Bagaimana tidak, legenda Portugal ini menyelesaikan transfer langsung dari Barcelona ke Real Madrid di tahun 2000.

Pasti transfer ini menyulut emosi fans Barca, Figo dipandang berkhianat. Apa yang berlangsung di saat itu?

Transfer yang Tidak Tersangka

Waktu itu Figo dilihat untuk salah satunya pemain paling baik di dunia. Transfernya ialah bentuk tekad Florentino Perez, presiden Madrid yang baru di saat itu. Perez janji akan membuat Madrid kembali pada takhta mereka.

Los Blancos bayar klausul launching Figo sebesar 62 juta euro, yang disebut rekor transfer dunia di saat itu. Figo diperkenalkan untuk pemain baru Madrid pada tahun 2000

Jelas transfer ini seolah-olah menuang bensin ke bara api persaingan Madrid-Barca. Barca berasa harga diri mereka dicoret, Madrid berasa menang.

Nama Teratas Selanjutnya

Figo bukan salah satu tekad Perez. Kehadirannya diiringi dengan beberapa nama teratas yang lain seperti Zidane, Ronaldo, serta Beckham. Dengan transfer-transfer ini, Madrid ingin membuat pengakuan jika mereka akan menjadi lagi raja.

Khasnya, Figo sukses mendapatkan Ballon d’Or di tahun 2000 itu, kondisinya jadi makin disorot. Lalu, setiap saat berkunjung ke Camp Nou, Figo akan memperoleh sambutan yang tidak berteman.

Figo seringkali tampil di El Clasico, tetapi yang sangat polemis ialah El Clasico kedua-duanya untuk pemain Madrid — pasti waktu mengunjungi Camp Nou.

El Clasico Polemis

Di kesempatan kedua-duanya kembali pada Camp Nou dengan baju Madrid, Figo memperoleh sambutan keras. Cemoohan terus terdengar semasa 90 menit, ada juga spanduk-spanduk geram tertulis “Pengkhianat”, “B*jingan”, atau “Tentara Bayaran”.

Situasi yang demikian bising serta memaksakan wasit untuk hentikan laga semasa 20 menit. Tetapi, saat Figo siap-siap ambil sepakan pojok sesudahnya, fans Barca ramai-ramai lemparkan beberapa barang ke lapangan.

Salah satunya yang sangat disorot ialah lemparan kepala babi di pojok lapangan. Fans Barca betul-betul mencicipi Figo untuk pengkhianat.

Tidak Menyesal

Figo mendapatkan tiga gelar La Liga serta satu gelar Liga Champions bersama-sama Madrid sebelum keluar ke Inter Milan di tahun 2005.

Walau sempat menyelesaikan salah satunya transfer paling polemis, Figo sendiri akui tidak menyesali apa saja. Ia malah suka dapat memperoleh pengalaman itu.

“Di saat itu, tidak ada yang memandangnya untuk pengalaman unik. Saya anggap tidak ada olahragawan lain yang sempat bermain di depan beberapa ratus ribu pemirsa yang menyerangnya. Rasa-rasanya membahagiakan dapat mengingat itu,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *