Parma 1998/99: Perjalanan Satu Team Hebat Ke arah Tangga Juara

Posted on

Luzhniki Fase, Moskow, Rusia, 12 Mei 1999, jadi panggung unjuk kemampuan Parma. Di stadion itu, Parma mengusung piala UEFA Cup.

Parma membekap Marseille di final. Pasukan Alberto Malesani menggebuk wakil Prancis yang diperkokoh Laurent Blanc serta Robert Pires itu dengan score mutlak, 3 gol tanpa ada balas.

Parma musim itu mempunyai tim bermutu serta team yang hebat. Juara UEFA Cup 1994/95 itu juga tidak terhadang ke arah tangga juara.

Tim Bermutu

Parma musim itu ialah team yang kuat. Mereka finish rangking empat di Serie A. Mereka menjadi juara di tempat Coppa Italia.

Musim itu, Parma masih diperkokoh Gianluigi Buffon di bawah garis. Di muka Buffon, ada trio Fabio Cannavaro, Nestor Sensini, serta Lilian Thuram yang menjaga barisan pertahanan.

Ditengah-tengah, ada Dino Baggio untuk jangkar, Juan Sebastian Veron untuk motor permainan serta gempuran Parma. Mereka dibantu Diego Fuser serta Antonio Bennarivo di bidang sayap.

Di baris depan, Parma mempunyai duet striker andal, Hernan Crespo serta Enrico Chiesa.

Putaran Pertama versus Fenerbahce

Diperputaran pertama, Parma bertemu dengan club Turki yang mempunyai supporter fanatik, Fenerbahce. Parma kalah 0-1 di kandang
musuh pada putaran pertama.

Parma membalasnya dengan kemenangan 3-1 di Stadio Ennio Tardini. Parma menang melalui beberapa gol Crespo serta Alain Boghossian,
dan 1 gol bunuh diri musuh.

Parma berhasil lolos dengan agregat 3-2.

Putaran Ke-2 versus Wisla Krakow

Musuh Parma diperputaran ke-2 ialah wakil Polandia, Wisla Krakow. Parma kembali lagi main tandang di putaran pertama, serta
tidak berhasil menang. Parma menang cepat lewat gol Chiesa pada menit kedua, tetapi tuan-rumah membalas melalui gol Tomasz
Kulawik pada menit 68.

Parma selanjutnya menang 2-1 di Tadini melalui gol Stefano Fiore serta gol bunuh diri pemain musuh. Parma juga berhasil lolos dengan agregat 3-2.

Putaran Ke-3 versus Rangers

Parma maju ke putaran ke-3, serta berjumpa dengan wakil Skotlandia, Rangers. Putaran pertama di Ibrox Fase berakhir 1-1.

Parma unggul melalui gol Abel Balbo menit 51, serta Rangers membalas lewat gol Rod Wallace menit 60.

Pada putaran kedua di Ennio Tardini, Parma melumpuhkan Rangers 3-1. Beberapa gol Balbo serta Fiore, dan penalti Chiesa pastikan Parma menang agregat 4-2.

Perempat Final versus Bordeaux

Parma bertemu wakil Prancis, Bordeaux, di perempat final. Parma kalah 1-2 di pada putaran pertama di kandang musuh.

Bordeaux unggul melalui beberapa gol Johan Micoud menit 39 serta Sylvain Wiltord menit 45. Parma menipiskan beda score melalui Crespo pada menit 85. Parma kehilangan Bennarivo yang memperoleh dua kartu kuning di pertandingan ini.

Bordeaux juga yakin diri memandang putaran kedua. Tetapi, yang berlangsung ialah mereka dibantai Parma di Tardini 6 gol tanpa ada balas.

Crespo serta Chiesa semasing cetak 2 gol, sedang Sensini serta Balbo semasing memberi 1 gol. Parma menang agregat 7-2.

Semi-final versus Atletico Madrid

Di semi-final, Parma dilawan Atletico Madrid. Kesempatan ini, lain dengan babak-babak awalnya, Parma memenangkan ke-2 leg mereka.

Pada putaran pertama di Vicente Calderon, Parma menang 3-1 melalui 2 gol Chiesa serta 1 gol Crespo.

Pada putaran kedua di Tardini, Parma menang 2-1 lewat beberapa gol Balbo serta Chiesa. Parma juga ke final dengan keunggulan agregat 5-2 atas rivalnya.

Final versus Marseille

Di final, Parma bertemu dengan Marseille. Pasukan Rolland Courbis maju ke final selesai singkirkan Sigma Olomouc, Werder Bremen, AS Monaco, Celta Vigo, serta Bologna.

Tanding pemungkas di Luzhniki Fase ini sebenarnya diprediksikan akan berjalan cukup ketat. Tetapi, yang tersaji malah supremasi sepihak oleh Parma.

Parma menghabisi Marseille 3-0 melalui beberapa gol Crespo menit 25, Vanoli menit 36, serta Chiesa menit 55.

Team Italia Paling akhir

Buat Parma, itu ialah piala UEFA Cup mereka yang ke-2, sebelumnya setelah juara di edisi 1994/95.

Sampai saat ini, Parma masih tertera untuk team Italia paling akhir sebagai juara UEFA Cup/Liga Europa. Belumlah ada team Italia lain yang melanjutkan jejak mereka – team hebat Parma dari musim 1998/99.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *