Sheffield United dan Kelahiran Kembali Identitas British Footbal

Posted on

Sheffield United dan Kelahiran Kembali Identitas British Football – Jika berbicara tentang siapakah dan apakah yang menjadi fenomena baru di liga Inggris. Maka jawabanya adalah Sheffield United. Sheffield United adalah salah satu bentuk kejutan terbesar dalam dunia sepakbola bukan hanya di Liga Inggris namun juga dunia. Sempat diramalkan akan menjadi tim pesakitan dan bulan-bulanan oleh kontestan Premier League. Apa yang dilakukan oleh Sheffield United musim ini sungguh luar biasa.

Sheffield United dan Kelahiran Kembali Identitas British Footbal

Sheffield United dan Kelahiran Kembali Identitas British Footbal

Selain berada di peringkat 7, Sheffield United juga mencatatkan rekor yang cukup impresif dalam menghadapi tim-tim besar Liga Inggris. Kemenangan di kandang sendiri atas Tottenham dibawah asuhan. Jose Mourinho dengan skor 3-1 dan dalam rentang 2 pekan dalam restart Liga Primer setelah Pandemi Covid. Kini telah menimbulkan ekspetasi dan keyakinan dari semua penggemar sepakbola terhadap mereka.

Jangan lupa juga bahwa di Liga Inggris musim ini, mereka tidak terkalahkan melawan. Arsenal dan sempat menahan imbang Man United dengan skor 3-3. Lalu apa yang membuat tim berjuluk The Blades. Tersebut menjadi sangat tampil luar biasa musim ini dan menjadi fenomena baru di sepakbola Eropa. Sheffield United butuh waktu hingga 11 tahun untuk bisa promosi ke. Liga Primer setelah sempat mengalami pasang surut mulai dari krisis keuangan hingga degradasi ke.

League One yang merupakan kasta liga terendah di Inggris. Memang, mungkin apa yang dicapai oleh Sheffield United sebagai tim promosi saat ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pencapaian. Leicester City yang menjuarai Premier League pada tahun 2016 ataupun Nottingham Forest yang mampu menjuarai. Liga Champions 2x berturut-turut setelah semusim sebelumnya berhasil promosi ke Liga Primer.

Akan tetapi, yang membuat saya tertarik dengan apa yang dilakukan oleh Sheffield United saat ini adalah komposisi skuad utama dan pemainya serta taktik dan manajemen tim yang digunakan oleh sang pelatih Chris Wilder. Dilihat dari kualitas dan komposisi skuad yang dibentuk oleh sang pelatih. Dibandingkan dengan seluruh kontestan Liga Primer.

Sheffield United Dapat Terbilang Memiliki Skuad Yang Paling Sederhana

Mengapa? Karena skuad mereka didominasi oleh pemain yang berasal dari wilayah “Britania” itu sendiri seperti Inggris,Wales, Skotlandia, Irlandia, dan Irlandia Utara dan mereka hanya memiliki 3 pemain yang berasal dari luar wilayah “Britania”.Apa yang mereka lakukan dengan komposisi skuad seperti itu tentu saja merupakan sesuatu yang luar biasa mengingat Liga Inggris adalah liga paling terkeras di dunia dimana semua klub rela mengeluarkan.

Dan menghamburkan banyak uang untuk membeli pemain bintang agar bisa bersaing di liga tersebut. Tentu saja ini mengingatkan saya dengan apa yang dilakukan oleh Tony Pulis bersama Stoke City selama 5 tahun berkompetisi di Liga Inggris dengan memakai konsep dan manajemen tim yang serupa. Lalu taktik dan strategi apa yang membuat Sheffield United yang di awal musim sempat memasang target.

Hanya untuk lolos dari degradasi seketika menjelma menjadi tim yang berpotensi menembus Europa League. Chris Wilder adalah pelatih yang cukup diperhitungkan saat ini. Berkat kemampuanya dalam menentukan taktik dan membaca permainan lawan lah yang mengantar Sheffield United menjadi sekarang ini. Inggris saat ini memang dapat dikatakan sedang krisis pelatih lokal dimana pelatih asing selalu mendominasi liga tersebut.

Setelah Sam Allardyce, Roy Hodgson, Sean Dyche, Alan Pardew dan Eddie Howe yang merupakan pelatih lokal Inggris gagal bersaing dalam menjawab kerasnya Liga Primer, kini Wilder adalah harapan besar untuk Inggris. Dengan menggunakan formasi 3-4-1-2 membuat Sheffield United menjadi cukup kuat dalam memainkan taktik dan strategi mereka.

Benteng Pertahanan Terakhir Yang Selalu Tampil Gemilang

Di musim ini, siapapun yang melihat dan menyaksikan permainan Sheffield akan terpukau dengan kedisiplinan, kesabaran dan kolektivitas yang ditunjukan oleh anak asuh Chris Wilder di lapangan. Selama diserang oleh tim lawan, seluruh punggawa Sheffield akan melakukan suatu pressure terhadap para pemain lawan dan menjaga jarak berdekatan dengan area pertahanan.

Namun begitu menyerang yang dimotori oleh bek sayap maka pemain belakang dan tengah juga akan membantu serangan. Selain itu, bek sayap mereka juga memiliki kecepatan dan umpan lambung yang cukup baik sehingga bisa dituntaskan oleh striker mereka.

Bicara tentang pemain, Dean Henderson sang kiper pinjaman dari Man United adalah benteng pertahanan terakhir yang selalu tampil gemilang dibantu oleh lini pertahanan yang dikomandani oleh Chris Basham, kemudian lini tengah yang dikapteni oleh Oliver Norwood dan lini depan mereka yang cukup berbahaya oleh duet Oli Mcburnie dan Billy Sharp.

Bahkan dari statistik mereka musim ini, mereka telah mencetak 38 gol dan hanya kebobolan 33 gol, sebuah catatan yang sangat baik untuk tim yang baru promosi musim ini. Tentu saja, Sheffield United mengingatkan kita dengan kejayaan “British Football” yang sempat berjaya pada tahun 70-90 an dimana klub-klub Inggris berhasil meraih kesuksesan di Eropa dengan identitas asli Inggris mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *